Warisan budaya menjadi topik sentral dalam simposium yang mempertemukan para ahli, akademisi, dan praktisi dari Indonesia dan Malaysia. Acara penting ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara serumpun dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya sebagai aset bersama.
Simposium ini menyoroti beragam aspek warisan budaya, mulai dari tradisi lisan, seni pertunjukan, situs bersejarah, hingga pengetahuan tradisional. Para peserta berbagi pengalaman, penelitian terbaru, dan praktik terbaik dalam melestarikan warisan budaya dari berbagai tantangan, termasuk modernisasi dan perubahan iklim. Diskusi mendalam juga dilakukan mengenai potensi warisan budaya sebagai pendorong pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Perwakilan dari Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa warisan budaya bukan hanya sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga memiliki nilai sosial, ekonomi, dan identitas yang sangat penting bagi kedua bangsa. Melalui simposium ini, terjalin pemahaman yang lebih baik mengenai kekayaan budaya masing-masing negara, sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi yang lebih erat di masa depan.
Salah satu fokus utama dalam simposium ini adalah pemanfaatan teknologi digital dalam pelestarian dan promosi warisan budaya. Platform digital dapat digunakan untuk mendokumentasikan, mengarsipkan, dan menyebarluaskan informasi mengenai warisan budaya kepada khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda. Selain itu, teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pariwisata virtual berbasis budaya.
Simposium ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dan rencana aksi bersama antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pelestarian warisan budaya. Kerja sama ini tidak hanya akan memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi upaya pelestarian warisan budaya di tingkat regional dan global. Dengan menjaga dan mengembangkan warisan budaya bersama, Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk mewariskan kekayaan ini kepada generasi mendatang.
Lebih lanjut, simposium ini juga membahas tantangan pelestarian di era digital dan pentingnya melibatkan generasi muda dalam mencintai dan mewariskan budaya. Pertukaran pelajar dan program penelitian bersama juga diusulkan sebagai langkah konkret untuk mempererat hubungan budaya kedua negara
