Siswa SMP di Jaksel Alami Lengan Terjerat Borgol saat Bercanda, Damkar Sigap Membantu Lepaskan

Insiden tak terduga dialami seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 6 Mei 2025. Saat bercanda dengan temannya, lengan siswa kelas VII berinisial MR (13 tahun) justru terjerat borgol mainan. Alhasil, pihak sekolah terpaksa menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Setiabudi untuk membantu melepaskan terjerat borgol tersebut.

Peristiwa terjerat borgol ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di area taman belakang sekolah saat jam istirahat. Menurut keterangan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Agus Salim (48 tahun), MR dan beberapa temannya sedang bermain dan bercanda. Diduga salah satu siswa membawa borgol mainan dan tanpa sengaja atau iseng memasangkannya ke lengan MR hingga akhirnya terjerat borgol dan tidak bisa dibuka kembali.

“Saat jam istirahat, beberapa siswa bermain di taman. Kami mendapat laporan dari guru piket bahwa ada siswa yang lengannya terjerat borgol. Kami sudah mencoba membukanya secara manual, namun tidak berhasil dan khawatir melukai lengan siswa,” ujar Bapak Agus Salim di lokasi kejadian. Mengingat situasi yang semakin membuat panik siswa tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk meminta bantuan profesional dari petugas Damkar.

Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Sektor Setiabudi tiba di lokasi dengan membawa peralatan penyelamatan. Dipimpin oleh Komandan Regu, Bapak Slamet Riyadi (45 tahun), petugas Damkar dengan tenang dan sigap melakukan upaya pelepasan terjerat borgol dari lengan MR. Menggunakan alat pemotong khusus berukuran kecil, petugas Damkar berhasil membuka borgol tersebut dengan hati-hati dalam waktu kurang lebih 10 menit.

Setelah lengannya terbebas dari terjerat borgol, MR tampak lega dan berjanji tidak akan bermain-main lagi dengan benda berbahaya. Pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas Damkar atas respons cepat dan bantuan profesional yang diberikan. Kepala Sekolah SMP tersebut, Ibu Ratna Dewi, M.Pd. (55 tahun), mengimbau kepada seluruh siswa untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas di sekolah dan tidak membawa atau bermain dengan benda-benda yang tidak sesuai dengan kegiatan belajar mengajar. Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak tentang pentingnya pengawasan dan edukasi terkait keamanan di lingkungan sekolah.f.