Seorang Pengemudi Nyasar asal Bekasi mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan ketika mengandalkan aplikasi Google Maps untuk menuju sebuah lokasi di Wonosobo. Alih-alih sampai tujuan, ia justru tersesat dan terperangkap di tengah hutan yang lebat. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga akan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan aplikasi navigasi, terutama di daerah yang belum dikenal.
Korban adalah Bambang Sudarsono (38), seorang pekerja swasta yang berniat mengunjungi kerabatnya di kawasan Dieng, Wonosobo. Bermodalkan Google Maps di ponselnya, Bambang memulai perjalanan dari Bekasi. Ia tidak menyadari bahwa beberapa titik di Wonosobo memiliki jalanan yang masih belum terpetakan dengan akurat di aplikasi, atau justru mengarahkan ke jalur-jalur alternatif yang ekstrem. Sekitar pukul 20.00 WIB, saat hari mulai gelap, Bambang mulai merasa ada yang tidak beres dengan arah yang ditunjukkan aplikasi. Jalan yang dilaluinya semakin sempit, berbatu, dan mulai memasuki area perkebunan serta hutan pinus yang minim penerangan.
Semakin jauh melaju, mobil jenis city car yang dikemudikan Bambang semakin kesulitan melewati medan yang berat. Beberapa kali mobilnya terperosok ke dalam lubang dan akhirnya terjebak di jalanan berlumpur di tengah hutan. Kondisi geografis yang menantang dan minimnya sinyal telepon seluler membuat Bambang benar-benar terisolasi. Upaya untuk memutar balik atau mencari bantuan menjadi sangat sulit. Dalam kegelapan dan kebingungan, Pengemudi Nyasar ini terpaksa menghabiskan malam di dalam mobilnya, menghadapi dinginnya udara pegunungan dan kekhawatiran akan binatang buas.
Beruntung, pada keesokan harinya, Kamis, 22 Mei 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, seorang warga setempat bernama Pak Karno (55) yang sedang melintasi hutan untuk mencari kayu bakar, menemukan mobil Bambang. Kaget melihat mobil terjebak di tengah hutan, Pak Karno segera memanggil warga desa lainnya untuk membantu. Laporan cepat disampaikan kepada kantor desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Garung dan BPBD Wonosobo.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel BPBD Wonosobo, Polsek Garung, Koramil, dan warga desa, segera bergerak ke lokasi. Proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup sulit karena medan yang terjal dan berlumpur. Bambang, sang Pengemudi Nyasar, berhasil diselamatkan dalam kondisi fisik yang lemas dan trauma, namun tidak mengalami luka serius. Ia kemudian diberikan pertolongan pertama dan diantar ke posko terdekat untuk istirahat.
Kapolsek Garung, AKP Budi Cahyo, mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya wisatawan atau pendatang baru, untuk tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi di daerah pegunungan atau pedesaan. “Selalu perhatikan kondisi jalan, rambu-rambu, dan jangan ragu bertanya kepada warga lokal jika merasa ragu. Lebih baik menempuh jalan yang sedikit lebih jauh namun aman, daripada mengambil risiko di jalur yang tidak dikenal,” tegas AKP Budi. Insiden Pengemudi Nyasar ini menjadi pengingat penting bagi semua orang akan risiko yang dapat muncul dari penggunaan teknologi tanpa kehati-hatian.
